kimerajamm
Joined: 28 Nov 2010 Posts: 785
|
Posted: Wed Jan 19, 2011 1:16 pm Post subject: Tintin di Congo |
|
|
Seiring dengan berjalannya waktu terlihat bahwa oplah dari Le Petit Vingtième meningkat dari dua kali, tiga kali hingga enam kali dari biasanya, dimana itu semuanya karena dimuatnya serial komik Petualangan Tintin. Di tahun yang, Hergé mulai memperkerjakan assisten bernama Paul Jamin, yang nantinya dikenal sebagai seorang kartunis dengan nama sandi d'Alidor. Sesuai dengan momen dan tradisi kolonialisme yang sangat marak sejak pertengahan tahun 1920, Hergé memutuskan, yang sebenarnya juga atas perintah dari Norbert Wallez, mengirimkan Tintin ke Afrika, tepatnya di salah provinsi dari Belgia Kongo. Sejak tahun 1908, provinsi itu dikuasai oleh kerajaan Belgia, pada awal-awal tahun 1930, mengalami masalah dengan kekurangan sumber daya manusia. Tintinpun pergi kesana, tidak untuk mengkritisi, untuk mengajari para penduduk di Afrika. Ceritanya bermula dari kolom Le Petit Vingtième pada tanggal 5 Juni, 1930. Untuk membuat ceritanya sesuai dengan kondisi Afrika pada masa itu, Hergé sepenuhnya bergantung pada foto dan fakta yang dimiliki oleh Museum Pusat Afrika yang ada di kota Tervuren, Belgia, dengan patungnya yang sangat terkenal l'Aniota à peau de léopard. Dan dengan cara itu, tidak kurang 118 halaman berhasil dibuat dan dimuat hingga 11 Juni, 1931. Walaupun kisah ini kurang disukai oleh Hergé sendiri, petualangan kedua dari wartawan Le Petit Vingtième, Tintin masih menuai kesuksesan: Tintin kembali dengan dielu-elukan orang banyak di stasiun kereta api Gare de Bruxelles-Nord, Brusel. Dimana kemeriahan ini bisa terbaca, ketika kedatangan mereka dimuat sebagai tajuk utama di salah satu harian Brusel : "Tintin dan Snowy didukung oleh Quick dan Flupke dan tak lama 3 orang warga Kongo mengikutinya. "Si remaja yang juga seorang pahlawan, berpakaian sebagaimana layaknya seorang kolonial."
Discount Concert Tickets
gold charms |
|